Aku ingin bercerita tapi ntah apa yang harus aku ceritakan.
Aku ingin menangis tapi ntah apa sebab nya.
Aku rindu, tapi tidak tahu siapa yang ku rindukan.
Ada satu beban dalam hati yang sulit sekali aku ungkapkan.
Aku meRASA kehilangan sesuatu yang sesungguhnya memang sudah
lama hilang.
Dan kini aku bingung akan satu RASA baru yang menyelip dalam
RASA kehilangan itu.
Oh Tuhan.. engkau yang tahu apa yang sedang aku alami.
Setahun yang lalu aku kehilangan seseorang yang sangat
berarti dalam hidupku. Ya. Sangat berarti.
Dan baru kali itu aku meRASA sangat menginginkan seseorang
yang sebelumnya asing bagiku.
Tapi kenapa waktu merenggut semuanya ?
Aku kehilangannya dalam waktu yang menurutku cukup singkat
aku bersamanya.
Hal yang membuatku begitu sangat terpuruk kala itu.
Aku sadar kami hanya sepasang orang yang tak memiliki hak
satu sama lain,
Kami hanya sepasang anak manusia yang saling menyayangi dan
ingin memiliki tapi tak punya daya upaya untuk bersama.
Kami hanya sepangan anak manusia yang tak mampu mengalahkan
takdir.
Dia jauuuh..menghilang...ketempat yang tak bisa aku jangkau.
Menghilang bersama cahaya yang sulit ku tatap.
Dan aku disini sendiri mencoba kuat, tegar, ikhlas akan
kepergiannya.
RASA itu masi ada, dan akan selalu ada.
Walau sekarang aku tak tahu kenapa ada bayang damai seorang
teman yang menutupi cahaya itu.
Hari-hari aku lalui bersamanya, mencoba meredam kesedihan
atas RASA kehilangan.
Aku tidak bermaksud menghianati RASA yang sebelumnya ada.
Aku hanya tak ingin larut dalam duka yang terus menerus
membelenggu.
Dan lagi-lagi waktu lah yang berperan penting mengganti
semua itu.
Ya, ada RASA baru yang muncul bersama turunnya rintikan
hujan yang penuh dengan cerita bersama seorang teman.
Semua terjadi begitu saja. Tanpa direkayasa.
Bukan seperti RASA ingin memiliki sebelumnya.
Ini RASA yang beda.
Aku sendiri bingung menyebutnya apa. Karena tidak sedalam
yang sebelumnya. Tapi cukup membuat sesak di dada. Terasa tulus.
Jujur aku sayang dia.
Aku hanya ingin yang terbaik untuk nya.
Untuknya yang membuat aku mau menghabiskan waktu dengannya.
Untuknya yang selama ini membuat ku mau menemaninya, mau
berbagi apa yang ku bisa untuknya.
Untuknya yang membuatku mau bermain dibawah rinai hujan dan
tak memikirkan kesehatan sendiri.
Untuknya yang membuat ku nyaman.
Untuk nya yang mau menjadi teman baikku.
Dia yang telah membuatku menoleh ke sisi lain dari kedukaan
yang setahun lalu hinggap.
Tidak berani aku menoreh rahapan untuknya. Aku hanya
temannya. Teman yang hanya berharap yang Terbaik untuk nya.
Kalau pun nanti nya kedekatan kami akan lekang aku akan
tetap ingat apa saja yang telah terjadi dalam hari-hari yang kami lewati
bersama.
Hari-hari pertama menjalani kerja di rumah sakit selama satu minggu di akhir tahun.
Hari-hari pertama menjalani kerja di rumah sakit selama satu minggu di akhir tahun.
Hari-hari yang penuh dengan perjuangan untuk acc sebuah
skripsi !!!
Hari-hari yang terjejak di sebuah perpustakaan, taman, cafe, jalan yang begitu panjang untuk diceritakan satu persatu.
Hari-hari yang terekam dalam rintikan hujan yang terasa
damai.. dan banyak lagi.
Semua itu mungkin tidak akan terulang kembali.
Semoga bukan hanya aku yang terkenang, melainkan dia juga.
Walau aku tau, mungkin hanya aku yang meRASA kan ini.
Walau aku tau, mungkin hanya aku yang meRASA kan ini.
Tinggal menghitung hari dengan jari, semua akan seperti
semula.
Tapi tidak tau dengan RASA ini. Akan tetap seperti ini atau
kembali juga seperti semula.
Ah.. aku bingung bagaimana harus menyikapi ini semua.
Apa salah jika aku terlalu bawa peRASAan ?
Apa salah aku memiliki peRASAan yang jelas-jelas aku tau dia
berpeRASA ke pada yang lain ?
Biarlah,, ku tak peduli..
Biar semua bergerak seperti angin, berhembus. Meleburkan awan
putih yang menyatu dengan kegelapan.
Pada akhirnya semua akan demikian.
Aku tidak ingin memunafikkan diriku sendiri.
Apapun yang terjadi nanti aku siap menahan hati ini.





