Bagaimana rasanya saat kita tahu kita sudah dilupakan
dan tidak di pedulikan pada orang yang kita harapkan ??
Mungkin aku butuh jawaban yang
pasti dari orangnya langsung, bukan hanya sekedar alasan mengapa bisa demikian.
Selama lebih dari 7 tahun aku nunggu
dia, sahabat kecil aku (RInal). Kami berpidah kerena dia harus pindah ikut
ayahnya yang pindah tugas ke divisi lain. Semasa kecil kami sangat akrap,
karena rumah kami yang bertetangga, dan kami seumuran. Dia itu orangnya
nyebelin, jahil, suka buat aku menangis. Tapi semua sikap dia itu ngangenin,
kepolosannya, cerianya dia, kadang ya perhatiannya dia sama ku.
Walaupun dulu sempat orang tua
kami saling tidak tegur, tapi kami selalu main bersama, terlebih lagi kami 1
sekolah dan 1 kelas. Sehabis pulang sekolah kami main bareng, makan bareng.
Pokoknya gak ada dia itu rasanya sepi. Ingat juga waktu itu dia nolong aku dari
sekelompok teman ku yang sok preman. Dia baik waktu itu aku masi ingat. Tapi
gak tau sekarang dia masi ingat apa gak.
Sekelah kepindahannya, aku si
biasa aja, karena waktu itu pun aku sudah gak bertetangga lagi ama dia. Tapi
kalu aku pergi ke tempat yang sering menjadi tempat main-main kami, aku jadi
ingat dan kangen dia. Aku bingung harus mencari informasi dari mana. Tiap kali
ketemu ama ayahnya aku Cuma bisa nanyain tentang kabarnya aja, aku lupa kalu
mau minta no hp nya, lagipula setau aku dia tidak tinggal dengan ayahnya
melainkan tinggak dengan neneknya di tanjung.merawa.
Tahun demi tahun pun berlalu,
kangen ku sama dia semakin tinggi, saat aku bertemu dengan andre, sahabat kecil
kami juga yang bisa dibilang dia adikan
aku. Aku ketemu dia disaat dia sudah menjadi seorang penDa’I. andre ceramah di
mesjid depan rumah aku kala itu. Semakin tambah kangen aku dengan
sahabat-sahabat kecil ku.
Hingga pada akhirnya. Aku tamat
SMA. Ini lha mungkin jalannya, aku harus kuliah di MEDAN karena aku berfirasat
pasti dia juga akan kuliah disana. Aku mendaftar di PTN medan. Namun saying
semaksimal mungkin aku telah mencoba berbagi tes, tapi aku gagal L . dan disaat aku
mendapat kabar kalu rinal kuliah di salah satu PTN di medan melalui jalur
undangan, aku langsung drop. Coba aja aku bisa kuliah di PTN favorit ku itu,
aku pasti bisa cari informasi lanjut tentangnya. Sebenarnya ku udah berusaha
untuk mencari tahu semua info tentang dia. Aku cari dia fb dia, twit dia, tapi
gak ketemu juga.aku tau dia kuliah di PTN itu dari searching di google.
Tapi aku gak langsung menyerah,
aku sering main-main ke universitas tempat dia kuliah, berharap aku bisa ketemu
dia. Tapi nggak juga seperti itu. Hingga pada suatu hari saat awal 2013, aku
mengenal salah satu teman yang dulu waktu SMA dia sama dengan rinal itu, bahkan
mereka sekelas. Mungkin ini awal dari segala penantian. Aku dapat info lengkap
tentang dia, fbnya, no hp nya.. disaat itu aku seneeeeng banget… langsung aku
add dia, aku kirim pesan ke dia… dia langsung meresponnya… kesenangan ku
semakin bertambah, akhirnya gak sia-sia semua yang aku lakuin selama ini. Dan
aku berharap dia masi mau bersahabat sama aku…
Tapi tunggu dulu, waktu terus
berjalan-----à
bernostalgia lewat chat itu hanya sementara, Cuma beberapa minggu saja. Dia gak
mau aku ajak ketemuan. Aku sms juga gak dib alas. Mungkin dia sedang sibuk
dengan aktivitasnya. Akupun juga mulai memprioritaskan kesibukanku. Tiap kali
aku OL, aku nunggu di OL juga. Tapi berminggu2 dia gak nongol-nongol. Hingga
suatu ketika dia membuka fb nya. Aku pun langsung mengrim chat ke dia, tapi gak
dib alas. Sampai beberapa kali aku mengirimnya…\
Adduuuhhh,,, sedih kali aku. Dia
nyukin aku banget, soombongin aku banged………
Gak tau apa aku kangen dia, kangen
masa lalu bareng dia, mau bersahabatan lagy sama dia… tapi yaudah lha, emang
gak ada artinya lagi aku ingat semua itu. Dia yang sekarang bukan dia yang ku
kenal dulu. Cukup cerita itu menjadi kenangan yang indah pada saat itu..
I love u my childod frend, ♥rinal..
I always remember u. :*







0 komentar:
Posting Komentar