Diawali dengan deringan ponsel kecil ku dipagi ini.
dia abang ku, yang bersedia memberikan aku tumpangan untuk tinggal dirumahnya selama aku berkuliah di STMIK POTENSI UTAMA.
"halo..tari (begitu panggilan ku sejak kecil)..uda masuk kuliahnya ?"
"belom bang, kenapa bang "
"abang mau bilang, kau cari kos aja ya yang dekat kampus... nnti masalah biaya biar abang yang nanggung.. bla bla bla bla bla bla bla........................"
seperti kena tikam (sakit hatiku).
ada apa ini ??? apa salah ku ???
apa aku yang gak tau diri, apa aku terlalu malas selama ini, apa aku menyebalkan,,aakh entah lah...
Sebelumnya ini sudah terjadi, dan disaat itu aku gak bisa membendung air mata saat tiba di kampus.
Aku heran, abang sama kakak ipar ku yang awalnya menawarkan aku utnuk tinggal dirumahnya.
Awalnya aku susah untuk beradaptasi. Iya, karena aku numpang disitu, akupun harus membayarnya denan keringat ku "menjadi pembantu". Menjadi pembantu dirumah abang ku sendiri :'(
itu sangat menyakitkan bagi anak bungsu yang selalu dimanja dirumah.
Tapi aku berusaha kuat dan mencoba menerima semuanya, walaupun tiap malam ada air mata yang selalu terurai..
Aku bingung, aku gak mau kos karena ku tau gimana menderitanya anak kos, aku lebih memilih menjadi pembantu dirumah abang ku sendiri. tapi sepertinya kakak ipar ku sudah gak suka aku tinggal disini.
kenapa takdir ku seperti ini ??
kenapa aku terlahir sebagai anak bungsu yang disaat aku mau berkuliah ayah ku harus sudah pensiun ??
kalu ayah ku masi bekerja aku pasti gak sengsara begini. Luntang lantung mencari orang yang bisa membantu ku. :'(
aku kangen ayah ibu ku.. mamake n bapake :'(
Kenapa ???
08.07 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
soecykom. Diberdayakan oleh Blogger.






0 komentar:
Posting Komentar