(I) kutipan SENJA, HUJAN, & CERITA YANG TELAH USAI



HUJAN DAN SENJA-SENJA YANG TERASA LAMA

satu-satunya hal yang bisa memperlambat waktu adalah rindu.
hujan juga datang membawa pulang kehangatan di kepalaku. sementara tubuhku harus tabah menikmati dinginnya waktu.

HUJAN YANG SEDIH UNTUK KISAH YANG TAK SUDAH

kamu adalah bagian terindah dari hujan, yang membuat aku betah berlama-lama tanpa perlu mengatur tujuan.
hujan tak lebih dingin daripada kesendirian yang sering datang.
hujan dan kamu adalah kenangan yang tak pernah lapuk dari ingatan.
namun, kini seolah sedih dan hujan adalah teman sejalan.
hujan kini tak lagi semenyenangkan saat bersamamu. hnya turun dengan rasa rindu yang berakhir pilu.

“äku berjalan ketempat tempat sepi. bersembunyi dibalik kesendirianku. menulis puisi-puisi. menghapal lagu-lagu penguat hati. berharap dengan begitu, aku bisa menjadi aku yang dulu lagi. seseorang yg tidak mengenal patah hati sebelum mengenalmu. seseorang yang kuat, bahkan bisa menguatkan orang-orang yang pilu. bukan yang seperti ini, yang kadang takut pada hujan yang selalu membawa pedih di hati”

hujan tak lagi kita.
hujan selalu bisa memulangkan kenangan meski hujan tidak lagi bisa memulangkan kita.
setiap orang punya zona nyamannya masing-masing.
bukankah kebahagiaan sejatinya hanyalah tentang bagaimana kita menciptakan dan menikmatinya ?

MENGETAHUI KABAR DAN MEMASTIKAN KAMU BAIK-BAIK SAJA ADALAH SALAH SATU CARA YANG MEMBUATKU TETAP BAHAGIA.

PERASAAN YANG MEMILIH TETAP ADA.

mengapa ada orang yang tetap ingin menetap, meski tak lagi ditatap.
lucu memang , kita bisa menghabiskan waktu berlama-lama tanpa bicara apa-apa.
kamu yang mengajarkanku cara rindu tanpa pernah paham cara pelukan. kamu orang yang mengajarkan aku cara cemburu tanpa pernah mampu mengutarakan.
aku ingin bahagia meski tanpamu yang tak bersedia.
kamu hanya mempermainkan perasaan yang tak main-main kurasakan padamu..
bagaimana rasanya menjadi seseorang yang tak pernah diterima ?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

soecykom. Diberdayakan oleh Blogger.