(II) kutipan SENJA, HUJAN, & CERITA YANG TELAH USAI



Kamu membiarkan semua menjadi yang orang-orang sebut masa lalu.
Namun , bagaimanapun dalamnya perasaan, aku tidak bisa menarik ulur waktu kembali untuk menemukan kita.
Aku kebingungan dengan diriku sendiri.
Meski tidak sedang mmikirkanmu, kamu melayang-layang dikepalaku.
Aku hanya sedang merindu, perasaan yang entah dari mana asalnya, tetapi terasa menggebu. Hanya itu saja.
Entah mengapa, lebih mudah mengingat luka dibanding bahagia.
Cara terbaik untuk membuat diri bertahan adalah dengan berjalan. Mencari lagi bahagia baru.
Kenanglah kita meski tak sempurna.
Suatu hari nanti kita akan saling melupakan.
Aku harus melalui fase-fase sulit, ketika kenangan terasa begitu sakit.

TERIMAKASIH PERNAH ADA MESKI HANYA SEKEDAR RAHASIA

Apalah daya, kita terlanjur dekat sebagai sepasang sahabat. Terlebih atas ketidakmauanku mengakui kalau kamu adalah seseorang yang kusayang dihati ini.
Sungguh itu senyum terpalsu sepanjang perkenalan kita
Belajar menerima bahwa ternyata begini rasanya terluka.

ADAKALANYA PERASAAN HANYALAH PERASAAN

Perasaan hanyalah perasaan, yang terkadang tumbuh hanya untuk merasakan, bukan untuk memiliki.
Kamu akan tetap kusimpan pada rahasia-rahasia yang kusembunyikan.
Semua demi kebersamaan yang terlalu takut untuk kulepaskan.
Aku yang tak pernah berbakat menyembunyikan sedih ku saat kamu pergi.
Seseorang yang enggan keluar dari dalam hati, tetapi tak pernah mampu kumiliki.
Seseorang menjadi penyebab segala harap dalam diamku. Menikmati kebersamaan meski kamu tak pernah tahu arti tatapanku.

APA DAYAKU JIKA KAMU TAK MAU TAHU

Matamu selalu saja mampu membungkam apa yang aku pendam.
Seseorang yang ingin kumiliki tapi seolah tak mau peduli.
Adakah tempat yang paling sepi salain hati yang sudah remuk ditinggal pergi ?
Bagaimana aku bisa hidup tenang, saat kamu dan semua hal yang disebut kenangan masih saja betah pulang ?
Kamu membunuhku tanpa perlu menyentuh tubuhku.
Kenapa aku harus merasakan cemburu padamu, seseorang yang bahkan tidak pernah mau tahu perasaanku ?

Saat hujan turun dipagi dan malam hari, kamu tetap saja menjadi seseorang yang memenuhi memori.
Kamu selalu saja mampu membuat hujan ku terdengar lebih sendu.
Meski aku hanya teman yang kamu undang saat kamu sedih.
Kamu dengan seenaknya membiarkan semuanya menggantung tanpa ikatan.
Sedari awal ini perasaan ku sendiri, mungkin memang hanya aku yang harus menikmati.
Sudahlah, semua yang pernah aku harapkan, sudah ku biarkan membeku bersama ingatan. Melebur kedalam setiap kesepian.
Aku ingin menjadi orang yang paham bagaimana rasanya ditunggu dan menunggu.

JANGAN LUPA, AKU JUGA BISA MELUPAKAN

Kamu menjadi asing bagiku, kamu bukan orang yang ku kenal lagi.
Sungguh aku tidak ingin menerah dan membiarkan semuanya menjadi masa lalu.
Namun, aku manusia yang ada batas lelahnya juga. Jangan lupa, aku juga bisa melupakanmu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

soecykom. Diberdayakan oleh Blogger.